Aku Bukan Pilihan Hatimu

Jumat, 08 April 2011

jika... memang diriku
bukanlah menjadi pilihan hatimu
mungkin... sudah takdirnya
kau dan aku tak kan mesti bersatu

harus.. selalu kau tau
 ku mencintamu sepanjang waktuku
harus... selalu kau tau
semua abadi untuk selamanya...

karena kuyakin
cinta dalam hatiku, hanya dirimu
sampai akhir hidupku
karena ku yakin
disetiap hembus nafasku, hanya dirimu
satu yang slalu ku rindu...

jika.. memang diriku
bukanlah menjadi pilihan hatimu 
Saatku lihat kembali bunga kenangan itu
Kenangan dari masa kecilku mengalir di dalam diriku
dengan bebas ku berlari melintas bukit dan lembah yang indah
aku tak bisa kembali ke masa itu lagi
sedikit demi sedikit aku telah beranjak dewasa
sambil terus memeluk impian yang takkan pernah pudar
aku takkan pernah menyerah untuk mencapai harapan
Kau bagai gunung nan tinggi dan besar
Aku bagai bukit nan hijau indah
Kau bagai tubuh yang kokoh nan kuat
Dan aku tulang rusuk di tubuhmu
Kau bagai elang yang terbang tinggi
Ku bagai bulumu yang halus keemasan
Kau adalah rajaku, raja dari semua raja
Dan aku adalah permata di atas mahkotamu
                                                      My Love for You...
Saat sepi menyapa
Ku teringat satu nama
Saat rindu mengalun
Ku terbayang sebuah kenangan
Namamu terselip di setiap hembusan nafas ku
bayangmu merekat erat dalam hayalanku
Dan kasihmu mengalun merdu di setiap detak jantungku

.

Kamis, 27 Januari 2011

A path winding across the horizon
over mountains, across seas
through blue skies and gray
never ceasing, continuous.
My love for you.

KITA ADALAH SATU

Jumat, 26 November 2010

Ketika tunas ini tumbuh
Sebatang tubuh yang mengakar
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah berpautan
Tangan kita terikat, lidah kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pendeta ratu
Ah.... Diluar itu debu
Diluar itu pasir
Hanya angin meniup saja
Sudah terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari hanya kita yang tau
Karena, KITA ADALAH SATU

Resensi Buku

Jumat, 19 November 2010

Bidadari Bersayap Biru

Maya adalah gadis yang bisa mengalami penglihatan (indra ke enam) saat menyentuh tangan orang lain atau benda-benda. Kelebihannya itu membuat ia lebih memahami kehidupan ini di usianya yang baru 17 tahun.

Dia tinggal disebuah rumah yang sederhana yang dijadikan sebagai kost-kostan. Dia tidak lagi sekolah karena tidak ada biaya. Maklum, dia hanya anak angkat Setieawan dan Rini. Setiaphari dia bekerja membersihkan rumah, mencuci pakaian, masak layaknya seperti pembantu dan dia selalu di marahi oleh Vina dan Rini, saudara dan ibu angkatnya.

Suatu hari, saat ia menghindari omelan ibu angkatnya, ia menaiki pohon nangka yang sangat tinggi disamping rumahnya. Maya melihat rumah besar disebelah. Itu adalah rumah DIMAS GUNAWAN, seorang pejabat yang di duga korupsi. Rumah itu kosong karena pemiliknya di penjara. Maya memasuki rumah itu dan dia melihat sebuah kamar yang cantik dan rapi. Di dalam ia menemukan sebuah bros berbentuk "Bidadari BersayapBiru" dan sebuah novel yang berjudul REINKARNASI karya Anggun Karina, pemilik kamar itu yang di duga sudah meninggal.

Maya ingin menggali kehidupan wanita itu lebih dalam karena ia curiga ada hubungan spesial antara wanita itu dengan ayah angkatnya. Pertemuan Maya dengan maling yang masuk ke rumah kosong itu juga membuatnya memasuki babak baru dalam hidupnya. Maling yang bernama Boy itu ternyata adalah anak dimas gunawan. Maya sangat kaget ketika mengetahuinya ada di pesta di rumah Dimas Gunawan. 

Suatu hari, Maya di kurung di gudang oleh saudara dan ibu angkatnya agar ia tidak bisa lagi berhubungan Boy.
saat di rumah tidak ada orang selain Yoga (anak kost), Rini menyalakan lilin di dapur dan membuka tabung gas sehingga terjadi kebakaran disana. maksud ibu angkatnya Maya agar ia bisa mendapatkan asuransi kebakaran. untunglah tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut dan Maya dapat diselamatkan dengan bantuan Boy dan Yoga.

Akhirnya, ibu angkat Maya dipenjara atas kesalahannya. dan kini Maya bisa hidup bahagia bersama Ayah angkatnya dan Boy.



Pengarang       : Agnes Jessica
Penerbit          : PT. gramedia Pustaka Utama
Tebal buku      : 240 halaman