KITA ADALAH SATU

Jumat, 26 November 2010

Ketika tunas ini tumbuh
Sebatang tubuh yang mengakar
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah berpautan
Tangan kita terikat, lidah kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pendeta ratu
Ah.... Diluar itu debu
Diluar itu pasir
Hanya angin meniup saja
Sudah terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari hanya kita yang tau
Karena, KITA ADALAH SATU

Resensi Buku

Jumat, 19 November 2010

Bidadari Bersayap Biru

Maya adalah gadis yang bisa mengalami penglihatan (indra ke enam) saat menyentuh tangan orang lain atau benda-benda. Kelebihannya itu membuat ia lebih memahami kehidupan ini di usianya yang baru 17 tahun.

Dia tinggal disebuah rumah yang sederhana yang dijadikan sebagai kost-kostan. Dia tidak lagi sekolah karena tidak ada biaya. Maklum, dia hanya anak angkat Setieawan dan Rini. Setiaphari dia bekerja membersihkan rumah, mencuci pakaian, masak layaknya seperti pembantu dan dia selalu di marahi oleh Vina dan Rini, saudara dan ibu angkatnya.

Suatu hari, saat ia menghindari omelan ibu angkatnya, ia menaiki pohon nangka yang sangat tinggi disamping rumahnya. Maya melihat rumah besar disebelah. Itu adalah rumah DIMAS GUNAWAN, seorang pejabat yang di duga korupsi. Rumah itu kosong karena pemiliknya di penjara. Maya memasuki rumah itu dan dia melihat sebuah kamar yang cantik dan rapi. Di dalam ia menemukan sebuah bros berbentuk "Bidadari BersayapBiru" dan sebuah novel yang berjudul REINKARNASI karya Anggun Karina, pemilik kamar itu yang di duga sudah meninggal.

Maya ingin menggali kehidupan wanita itu lebih dalam karena ia curiga ada hubungan spesial antara wanita itu dengan ayah angkatnya. Pertemuan Maya dengan maling yang masuk ke rumah kosong itu juga membuatnya memasuki babak baru dalam hidupnya. Maling yang bernama Boy itu ternyata adalah anak dimas gunawan. Maya sangat kaget ketika mengetahuinya ada di pesta di rumah Dimas Gunawan. 

Suatu hari, Maya di kurung di gudang oleh saudara dan ibu angkatnya agar ia tidak bisa lagi berhubungan Boy.
saat di rumah tidak ada orang selain Yoga (anak kost), Rini menyalakan lilin di dapur dan membuka tabung gas sehingga terjadi kebakaran disana. maksud ibu angkatnya Maya agar ia bisa mendapatkan asuransi kebakaran. untunglah tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut dan Maya dapat diselamatkan dengan bantuan Boy dan Yoga.

Akhirnya, ibu angkat Maya dipenjara atas kesalahannya. dan kini Maya bisa hidup bahagia bersama Ayah angkatnya dan Boy.



Pengarang       : Agnes Jessica
Penerbit          : PT. gramedia Pustaka Utama
Tebal buku      : 240 halaman

Me In SMAda

Jumat, 05 November 2010

        Saat pertama kali aku masuk di smadabo, aku kagum sekali melihat bangunan sekolah yang megah dan rapi, yang membuatku ingin cepat menjadi murid SMAdaBO. saat pendaftaran, aku kaget sekali karena suasananya yang begitu ramai dan melihat teman- teman yang akan mendaftar ke SMAda begitu banyak yang membuatku semakin ragu, bisa apa tidak aku masuk di SMAda?. entah berapa jumlah mereka yang mendaftar, mungkin ribuan. sampai mengambil formulir aja harus berdesekan.
        Hari pertama masuk sekolah, rasanya ada yang berbeda. dari kelas yang aku masuki, seragam yang aku pakai dan teman- teman yang aku jumpai. berbeda dengan keadaan di SMP dulu.
hari pertama saat MOS, aku malu sekali... harus memakai tas dari kardus, memakai pita rambut, memakai topi dari kerenjang nasi. huuh, betapa malunya diriku saat berangkat kesekolah.  Setiba di sekolah, aku mulai memasuki kelas yang bertuliskan X-1 (ROCKSTONE) dan mencari tempat duduk. kemudian aku bertemu dengan seorang gadis cantik berkaca mata yang bernama LIntang. dia lucu banget, hobinya menyanyi. setiap detik, dia selalu menyanyi...
MOS di adakan selama tiga hari. saat jam keamanan, aku dan teman- teman sangat takut karena wajah kakak- kakak OSIS sangat menyeramkan. hiiii.... MOS benar- benar mengasyikan walaupun melelahkan... Pengalaman saat MOS akan selalu ku kenang sampai kapanpun...

       Setelah MOS berakhir, mulailah pelajaran... ternyata pelajaran SMA tidak seperti yang ku bayangkan. Sulit sekali... Lebih sulit dari pelajaran SMP. setiap hari pasti ada tugas, soalnya sulit- sulit.. aduch......
setiap hari aku selalu bersama Lintang. dia adalah teman yang baik bagiku.  teman- teman lainnya juga baik, lucu, selalu kompak walaupun kadang tidak. hal yang selalu ku ingat sampai sekarang, saat teman- teman mengerjain Arlina. dia adalah salah satu temanku yang sangat pintar, lugu dan agak pendiem. setiap hari kamis setelah pelajaran Bahasa Jepang, pasti teman- teman langsung mengerjain Arlina abis- abisan. di marahi, di ejek, di godain dll. seru sih tapi kasihan juga Arlina nya, dikerjain terus.

       Tibalah pengumuman kenaikan kelas, rasanya berat banget ninggalin teman- teman yang sudah ku anggap sebagai keluarga. harus berpisah, berbeda kelas dan jurusan. rasanya sedih sekali.... tapi kini rasa itu telah hilang.. terganti dengan suasana kelas saat ini.